Tampilkan postingan dengan label suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2010

Konser Pertama Sha




Tanggal 6 desember lalu, dalam rangka merayakan Natal, sekolah musik Sha ikut serta dalam acara yang diselenggarakan oleh PIM.
Sha kebagian unjuk kebolehan memainkan lagu "Roti Panas" (Three Blind Mice) dengan electone.
Seru juga karena Sha harus bermain dengan teman-teman sebayanya yang berbeda kelas.
Sha antusias sekali mainnya...
Yang nonton cukup banyak walaupun pertunjukan itu sendiri terganggu dengan suara kereta yang lewat.
Waktu tunggu naik pentas yang cukup lama bikin Sha bete juga.
Untung bisa diatasi dengan baik, walaupun agresifnya Sha sempet keluar juga.
Tapi alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik.
So, liat aja aksi Sha berikut ini ya :D

Sabtu, 01 Agustus 2009

Ma Bellezza Principessa




Setelah bosan gambar di kerta dan di kanvas, Sha pun cari media lain untuk melukis
Liat make-up walletnya Bunda yang tergeletak, tangannya mulai gratak,hehehe
Di dalam wallet cuma ada eye shadow, lipstick, blush-on dan eye liner (secara bundanya Sasha gak bisa dandan).
So, mulailah si cantik ini acak-acak dan melukis di wajahnya...
Sebelum hancur tuh alat make-up Bunda, akhirnya Bunda skalian terjun langsung dandanin sasha,hehehe...
Hasilnya... ya diliat di foto aja...
Gak jauh beda kok sama yang gak didandanin,hehehe...
Kayaknya emang perlu kursus ngelenong neeeh *lirik-lirik arie ame kircul* huehehehehe...

Minggu, 28 Juni 2009

An Episode With An Old Friend




Karena suatu urusan yang harus dilakukan di Bandung, weekend kemarin saya pergi ke Bandung, while Sasha pergi ke Jogja sama kakek-neneknya, hehehe

Di Bandung, saya ditemani sahabat saya yang udah temenan mulai dari SD...
Sempat lose contact waktu dia sekolah di Jerman
Tapi lewat Friendster, kita bisa berhubungan lagi...
Mumpung belum merid, kita weekend-an bareng deh,heheheehe...

Pembicaraan kita gak jauh-jauh dari 15 tahun lalu, yaitu seputar permobilan,hehehe. Tapi aku sih suka liatnya aja, gak bisa memberikan penjelasan secara detil tentang mobil...

Pas Minggu itu, kebetulan ada pembukaan paguyuban mobil Eropa-Australia di Bandung. Sahabatku itu juga jadi penggembiranya. So, karena nongkrong di pameran dan males cari kue, jadi inilah oleh-oleh dari Bandungnya,hehehe...
Sayang, gak bawa kamera yang memadai, jadi fotonya standar aja ya...
Selamat menikmati :D

Btw, mobil sahabatku mau dijual tuh...
Ada yang berminat gak?
Kalo ada, japri aja sama aku ya...

Kamis, 16 April 2009

Paint Ball In Action!




Naah...ini aksi kita di lapangan

Paintball Seru Part II




Ini para tokoh yang main Paint Ball...
Semua adalah fasilitator PILAR (Pusat Informasi Layanan Remaja) - PKBI Jateng
Kecuali Dhika yang mestinya diajak buat motretin acara,heheeheh
Pengen deh maen lagi...
Seruuu!

Selasa, 31 Maret 2009

Sha dan L.O.V.E




Hehehe...
Bunda sebenernya pengen banget bisa nyanyi
Tapi, mengingat suara Bunda yang pas-pasan, Bunda gak pernah PD buat nyanyi
Ada satu lagu yang Bunda suka banget dan cukup PD untuk nyanyiinnya
Ya judulnya LOVE itu...
Sekarang, karena Sasha kayaknya suaranya lebih bagus, jadilah Bunda ajarin ke Sha aja
Tapi baru sepotong sih...takut kepanjangan,hehehhe...
So, enjoy the show aja deh :p

Kamis, 12 Februari 2009

Yippie... Dapet Cupcakes Palentin.... :)

Asyiiiiiik....
Makan siang berhadiah cupcakes palentin...
Warnanya biru..
Cantiiiiiiiik banget...
Sampe sayang mau dimakan, hehehehehe
Lagipula emang kenyang sih, abis makan brocolli cheese sama ayam :p
Tapi, berhubung ada temen Bunda yang belum makan siang, Bunda kasih cupcakenya satu buat dia..

Tante Maya...
Thanks banget ya
Your surprise worked!
Padahal aku udah baca lho...
Tapi gak ngeh kalo mau dapet surprise
Cupcakesnya Bunda bawa pulang ya...
Buat Sasha tercinta
She must love it :)
Bunda yakin banget kuenya super duper ueeenaaaaaak...
Karena dibuat dengan penuh cinta

Sekali lagi, thanks ya, Tante
You bring light to my life...
Your inspiring sms always give me some power to begin the days...

Salam buat kakak-kakak ya..

Senin, 02 Februari 2009

Yang Mau Tau PILAR

Hai semua...
Akhir-akhir ini aku sering banget kan memposting sesuatu yang berhubungan dengan PILAR.
Kenapa...???
Karena aku cinta banget sama tempat ini...
Kemaren mbak Maya sempat tanya, PILAR itu apaan sih...
Nah, bisa di-klil di sini untuk tau lebih lanjut.
Yang jelas, aku ketemu sama Ayah di sini...
Pacaran rame-rame...karena emang kita selalu rame-rame..gak pernah berduaan ajah, hehehe
Yuk diintip....

Kamis, 27 November 2008

Warung Cepot

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Bandung
Ini ceritanya pas waktu mau pulang ke Jakarta abis liburan lebaran di Bandung
Di tv heboh dimana-mana macet... jadi sebelum keluar Bandung kita makan dulu dan ngebekel buat di perjalanan.
Di rumah makan Si Cepot (iya gak sih ini namanya,hehehe), masakannya Sunda banget. Rasanya lumayan lah...
Menunya namanya lucu-lucu...
Tumis kangkung pedesnya bener-bener pedes
Yang jelas, yang bikin aku suka banget adalah interiornya yang Sunddaaaa banget dan bisa dimiripin sama museum,huhehehehehehe
Ada gelaran batik-batik khas daerah-daerah di Jawa Barat
Bahkan ada deretan wayang golek lengkap dengan sejarah dan ceritanya
Buat Aisha, yang paling menarik tentu kolam ikannya...
Si ikan bisa dipancing pake magnet...
Yang suprise, pas kita lagi makan...eh, ada orang yang masuk dengan dandanan yang nyeleneh...
Ternyata Aming Extravaganza dan keluarganya mau makan di situ juga
Kita mah cuma liat-liat aja, gak minta tanda tangannya sih.... Gak nge-fans, hehehehe
Sok deh diliat poto-potonya...tapi fotonya di tempat foto ya... http://duniablue.multiply.com/photos/album/41/Warung_Cepot

Rabu, 19 November 2008

Touch - Adachi Mitsuru

Anyone...
Ada yang tau gak dimana bisa cari anime/film kartun Touch by Adachi Mitsuru sensei di Jakarta ini...
Aku nge-fans banget....
Kalo manga/komik-nya kan bisa ditemukan di Gramedia dan toko buku lainnya...
So, kalo punya info, please kasih tau aku a...
Thanks...

Selasa, 11 November 2008

WindMill - Helloween

Another fav song...

Windmill - Helloween

Time gos wherever you are
Time is your guiding star
That shines all trough your life
Makes you feel and move

My dreams are out in the far
So are yours a part
Of secret fairy tales
Dripped on the wing of a mistery mill

Windmaill, windmill, keep on turning
Show me the way
Take me today...

Windmill, windmill
Hearts are yearning
Longing for love and a chance to be free

Don't feel alone and depressed
Someone will come at last
To soothe your stumbling mind
To keep it away from the evil storm...
Windmill....

Minggu, 08 Juni 2008

WALKOUT

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Documentary
Hari Sabtu lalu, siang-siang, nyetel HBO.
Ternyata ada film bagus banget. Sayangnya aku nyetel gak dari awal. Jadi gak terlalu paham gimana ceritanya.
Tapi bisa diliat kok dari review di bawah ini.
Jujur, aku gak terlalu suka sama yang namanya demo. Tapi kalo semua carayang baik sudah ditempuh tapi tidak didengar, demo ini bisa jadi senjata paling ampuh.
Hanya saja, resiko untuk luka-luka atau jadi kerusuhan pasti ada.
Yang paling oke, di akhir filmnya ditayangkan para tokoh-tokoh asli dari Walkout ditampilkan juga. Mereka udah jadi orang-orang sukses.
Selamat menonton ya...

Walkout: The True Story of the Historic 1968 Chicano Student Walkout in East L.A.
“Walkout”–a new HBO film tells the story of the 1968 walkout by high school Chicano students in East Los Angeles to protest academic prejudice and dire school conditions. We speak with the executive director of the film, Moctesuma Esparza. An award-winning film producer and community activist, Esparza helped organize the 1968 walkout and was arrested and jailed along with 12 others for conspiracy to disturb the peace. [includes rush transcript]

Help

Printer-friendly version

Email to a friend

Purchase DVD/CD
LISTEN
WATCH Real Video Stream

Real Audio Stream

MP3 Download

More…


The mass student walkouts this week across California and other states are not the first of their kind. In 1968, Chicano students in East Los Angeles staged a historic walkout in their high schools to protest academic prejudice and dire school conditions.

Students were forbidden from speaking Spanish in class or from using the restrooms during lunchtime. Schools taught a curriculum that largely ignored or denied Mexican-American history and Chicano students were steered toward menial labor and away from college by counselors and school officials.

In March 1968, the students decided to take a stand against the injustice and staged walkouts in schools across L.A. Many date the modern Chicano movement to the walkouts when some 20,000 teenagers took to the streets

Many of the students who participated in the walkouts went on to successful careers in politics, academia and the arts. One of them was Antonio Villaraigosa–he’s now the mayor of Los Angeles. Another was award-winning filmmaker Moctesuma Esparza, who was indicted for his role in organizing the walkouts. He is now executive producer of a new HBO film about the 1968 protests simply titled “Walkout.”

“Walkout”–excerpt of HBO film.
–Click for more information
We are joined on the line by now by award-winning film producer and community activist, Moctesuma Esparza. He is the executive producer of “Walkout,” based on the historic 1968 student walkout in Los Angeles which he helped organize. Esparza and 12 others were arrested and jailed for conspiracy to disturb the peace. They became known as the East LA 13. Esparza is portrayed in the film by Bodie Olmos, son of the movie’s director, Edward James Olmos" son. And Esparza’s real-life daughter, Tonantzin Esparza, plays Vickie Castro, a protester who went on to become a principal and a school board member.

diambil dari: http://www.democracynow.org/2006/3/29/walkout_the_true_story_of_the

August Rush

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Ini film yang oke banget... Aku baru nonton dari CD yang dibawa Dhika.
Filmnya mengalir walau kalo dipikir rada-rada gak masuk akal juga, hehehe...
Cuma ada satu sih sebelnya.. kenapa juga Robbin Williams jadi orang jahat.
Silah baca reviewnya... bukan aku yang nulis sih, tapi cukup mewakili lah, hehehe...

August Rush adalah sebuah film drama bercerita tentang "Mozart, the child prodigy zaman sekarang", yang terpisah dari kedua orangtuanya dan tinggal di sebuah panti asuhan dengan penuh harapan bahwa suatu saat orang-tuanya akan menemukannya. Meski merupakan film yang sifatnya mystically romantic dan penuh dengan sentuhan fairy-tales element, film ini adalah sebuah film keluarga yang baik ditonton.

August Rush bukan hanya film drama, tapi sekaligus film musikal yang musiknya ditata sangat bagus dan menampilkan music dengan berbagai jenis, mulai dari classic, jazz, rock, soul, techno, latin dll., membuat film ini kaya dan imaginative ketika sound dan musiknya itu masuk ke telinga kita. Macam-macam jenis music yang ditampilkan, menunjukkan bahwa semua jenis music itu indah dan semuanya layak mendapat apresiasi.

Di Film August Rush, Anda tidak hanya disuguhi cerita yang bagus, original, tetapi juga sajian music experimental yang baik ditonton untuk para musisi dan pecinta music. Bagaimana sebuah gitar dimainkan bagai sebuah perkusi, dan juga menampilkan guitar tapping technique yang pasti bakal membuat para pemain guitar berdecak kagum. Anda juga menikmati drums loops mengimitasi bunyi-bunyian kereta dan hiruk-pikuk apapun yang ada di sebuah kota yang sibuk. Kita juga dapat mendengar suara Jonathan Rhys Meyers, aha rupanya dia juga pandai bernyanyi, plus suara yang punya karakter. Menjadi seorang penyanyi tenar bukan sekedar perlu modal suara bagus, tetapi perlu juga menampilkan suaranya itu in the unique way.

Film ini dibuka dengan narasi yang diucapkan dengan bagus oleh aktor cilik, yang sudah cukup banyak berakting di film-film besar, Freddie Highmore, yang berperan sebagai Evan Taylor/ August Rush :


Listen, can you hear it?
The music, I can hear it every where
In the wind, in the air, in the light, it's all around us
All you have to do is to open yourself up, all you have to do is listen

Where I've grown up, they tried to stop me from hearing the music
But when I'm alone, it builds up from inside me
And I think if I could learn how to play it
They might hear me, they would know I was theirs and find me

Sometimes the world tries to knock it out of you
But, I believe in music the way that some people believe in fairy tales
I like to imagine that what I hear came from my mother and father
Maybe the notes I hear are the same ones they heard the night they met
Maybe that's how they'll find me
I believe that once upon the time long ago
They heard the music and followed it…


Evan Taylor (Freddie Highmore), adalah seorang anak yang lahir diluar rencana dari pasangan musisi, pemain cello yang cantik, Lyla Novacek (Keri Russell) dan penyanyi dari sebuah rock band asal Irlandia, Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers). Evan adalah hasil dari pertemuan mereka semalam di San Francisco, dan karena nasip, mereka terpisah. Dalam keadaan hamil, Lyla mendapat kecelakaan. Ayah Lyla yang merasa anak gadisnya belum siap berkeluarga, maka ia memakai kesempatan ini untuk mengelabuhinya bahwa bayi yang dikandungnya itu mati, dan menyerahkan bayi Evan ini untuk diadopsi.

Di dalam panti-asuhan, seperti anak-anak yang lainnya, Evan adalah anak yang mendambakan kehadiran orang-tua. Bedanya, ia mencari jejak orang-tuanya dengan music, ketika ada saat dia hendak dikirimkan kepada orang-tua yang hendak mengadopsi anak oleh seorang Social Service worker, Richard Jeffries (Terrence Howard, yang berkarakter simpatik di film ini). Namun, Evan mendadak hilang di tengah keramaian kota New York. Bakat Evan ditemukan oleh seorang preman jalanan yang membina anak-anak pengamen, Maxwell 'Wizard' Wallace (Robin Williams), ia mengatakan kepada Evan "You got to love music more than you love food. More than life. More than yourself!". Oleh Wizard, Evan diberi nama professional "August Rush", sebuah nama yang diambil secara random dari sebuah tulisan di body sebuah truck yang sedang lewat.

Ketika ada suatu kejadian, polisi menangkapi para gelandangan anak-anak, Evan lari dan nasip membawa Evan ke sebuah gereja, di dalam gereja itu Evan melihat seorang gadis kecil yang bernama Hope (Jamia Simone Nash) yang menyanyi dengan sangat bagus bersama anggota koor gereja itu. Kemudian mereka saling kenal, dan Hope mengajari Evan mengenal notasi music dan piano. Dengan bakat alam yang luar biasa, Evan mampu memainkan piano, menulis notasi music dan memainkan organ klais yang terdapat di gereja itu, sang pendeta melihat bakat Evan ini dan mengirimkannya ke sebuah sekolah music bergengsi di New York Juilliard School. Di sinilah Maestro cilik ini dibina menjadi seorang musisi sebenarnya.

Sementara itu, Lyla sang ibu yang tinggal di kota Chicago, akhirnya mendapat pengakuan dari ayahnya bahwa bayi yang dilahirkan Lyla dahulu sebenarnya tidak mati. Maka, Lyla bergegas kembali ke New York untuk mencari anaknya. Lyla bertemu Mr. Jeffries dan mendapat kabar bahwa anaknya telah hilang entah kemana, Lyla memutuskan tinggal di New York dan kembali bergabung dengan The New York Philharmonic sambil melakukan pencarian anaknya.

Di lain pihak, sang ayah, Louis Connelly, semenjak pertemuannya dengan Lyla 11 tahun yang lalu tak henti-hentinya mencari jejak pujaan hatinya dan membuat ia tetap tinggal di San Francisco, ia tidak pernah menyadari kalau ia sudah menjadi ayah. Kemudian, ia menemukan alamat Lyla di Chicago, dan mendapati kabar yang salah dan mengira bahwa Lyla sudah menikah. Melihat kenyataan ini Louis enggan kembali ke San Francisco, dan ia memilih New York dan kemudian memutuskan kembali bergabung dengan abangnya dalam Rock Band, sebagai lead vocal dan guitarist di band itu.

Evan yang telah menjadi seorang composser karena pendidikannya di Juilliard School, atas kemampuannya yang luar biasa ini, ia diberi kesempatan untuk menampilkan karyanya dalam sebuah symphony orchestra yang akan ditampilkan di Central Park di kota New York itu. Namun kesempatan ini hampir tak terlaksana karena ganguan dari Wizard yang mengklaim bahwa dia adalah ayah dari Evan, perbuatannya ini didasari karena ia ingin "make money" dari bakat musisi cilik ini.

Di sebuah taman kota di New York Louis bertemu dengan Evan, Louis mengagumi bakat music Evan, mereka bercakap-cakap dan bermain guitar bersama, namun mereka tidak mengenali satu sama lain. Evan memperkenalkan dirinya kepada Louis dengan nama "August Rush" dan mengatakan ia akan memimpin sebuah orchestra dan tampil di Central Park, dan mengatakan penampilannya ini terancam batal karena Wizard tidak setuju. Louis memberikan semangat agar Evan tetap tampil pada pertunjukan itu, "Come on. Be brave. You never quit on your music. No matter what happens. Coz anytime something bad happens to you, that's the one place you can escape to and just let it go. I learned it the hard way. And anyway, look at me. Nothing bad's gonna happen. You gotta have a little faith. ".

Ternyata pertunjukan di Central Park itu juga menampilkan sang ibu, Lyla Novacek yang bermain Cello bersama The New York Philharmonic. Di sebuah pertunjukan music, keluarga yang terpisah itu bersatu. Harapan Evan sang komposer cilik itu tercapai, bahwa dengan music ia dapat memanggil kedua orang-tuanya untuk datang dan menemukannya. Film garapan sutradara perempuan asal Irlandia Kirsten Sheridan ini pasti akan menggugah emosi para ibu. Bersiaplah tersenyum juga menangis haru dan merasakan betapa penting kehadiran anak dalam keluarga.

Aktor Freddie Highmore tangannya bagus, tangan seorang musisi, dan berperan cemerlang sebagai August Rush ini, mengingatkan kita pada aktor cilik terdahulu Haley Joel Osment yang pernah bermain apik di film The Sixth Sense. Para pecinta music, rasanya juga perlu melengkapi koleksinya karena Soundtrack film ini, Music yang dikemas dengan supervisi Hans Zimmer, Original Score oleh Mark Mancina, didukung beberapa musisi besar, ada Chris Botti, ada John Legend, dll. Juga suara emas dari penyanyi cilik Leon G. Thomas dan Jamia Simone Nash.

written by:
Bagus Pramono
http://www.sarapanpagi.org/movie-review-august-rush-2007-vt1933.html

Kamis, 05 Juni 2008

Aku dan Coklat Kesukaanku

What Your Taste in Chocolate Says About You
You are intense, powerful, and dramatic.
People respect the things you do...
And they're not sure if they could do them!

You are down to earth and lovable.
A true friend, you're very tolerant and understanding.
In fact, your friends' biggest problem is that they don't like each other!

You love to be in love. You crave romance, whether you're single or not.
You feel lost when you don't feel passion... you need someone to adore.

Ini hasil dari coklat kesukaanku...
Kayaknya cocok banget sama aku, hehehe
Kenapa cocok..soalnya bagus semua, hahahaha
Oya, kuis coklat ini hasil contekan dari edsel mum di sidney sana
Kalo mau coba, klik ini aja http://www.blogthings.com/thechocolateoracle

 

Ikutan dong... it's fun !!!

Ikutan dari dokter ian nih...

so here's the rules:
1. Answer the questions below.
2. Take each answer and type it into Google.
3. Take a picture from the first page of results and post.
4. You can't copy the answers of the person who posted this before you.

1. Your age


 

2. Your favorite place


 

3. Your favorite movie


 4. Your favorite drink


5. Your favorite color


6. Your favorite season


7. Your favorite smell

8. A place you would like to visit


9.The town in which you live


10. Your favorite scent

Rabu, 28 Mei 2008

Lampion Festival




Foto-foto ini diambil waktu ada festival lampion di Semarang tahun 2005.
Waktu itu perutku masih gendut karena masih hamil Sasha, kalo gak salah hamil 5 bulan.
Di Semarang, Imlek selalu dirayakan dengan meriah, makanya ada lampion yang diimpor dari negeri Cina.
Aku yang paling seneng kalo udah mau Imlek, karena di Semarang pasti ada perayaan dan aku senang berburu pernak-pernik yang khas dari Cina.
Pernah ada teman yang ragu-ragu masuk mau bertamu karena dia liat ada lampion di depan rumah...
Katanya "aku takut salah rumah, Ika, aku pikir itu rumah Cina, hehehe"
Maklum sih, karena di komplek tempat tinggalku di Semarang, justru orang Jawa jadi minoritas.
Sekarang, jejakku pasang lampion di depan rumah diikuti sama tetangga depan rumah, secara dia emang dari etnis Cina.
Ada satu ornamen yang masih aku buru nih, gelang atau liontin yang dari jade.
Sayangnya, masih mahal, hehehe

Jumat, 23 Mei 2008

I Not Stupid Too

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Tadi malam aku nonton di Celestial Movie. Ini film re-run dari bulan January kayaknya, soalnya aku nonton film ini waktu dinas di Surabaya tapi emang belum sampe abis karena aku tinggal keluar cari oleh-oleh, hehehe.
Film ini bagus buat referensi ortu yang lagi ngadepin anak ABG, soalnya film ini menampilkan realita kehidupan anak remaja. Emang sih tuh film besutannya sutradara Singapore, tapi secara keseluruhan, gambaran remajanya gak besa kok sama remaja Indonesia.
Adegan paling menggelitik (namun juga bikin nelongso) adalah adegan cewek kecil yang sakit perut kebanyakan makan nanas.
Dia disuruh makan nanas yang banyak banget sama temen cowoknya karena temen-temennya bilang kalo ciuman bisa bikin hamil. Padahal cewek dan cowok kecil ini ciuman gara-gara didorong temennya.
Cowok ini bilang ke dokternya, kalo udah sakit perut, berarti bayinya bakal keluar kan... Dokternya terhenyak, hehehe...
Coba aja bayangin, di negara yang sudah maju aja kayak gitu, gimana di Indonesia, hehehe....
Yang jelas, sedikit banyak, film ini mengingatkan aku waktu jadi konselor di Youth Center. Aku jadi kangen pengen balik ke masa itu.
Sekarang masih ada gak sih LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi remaja??? Ikutan dong...
Oya, review lengkapnya film ini bisa diintip di...:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/I_Not_Stupid_Too
2. http://www.sdaff.org/festival/2006/program_desc.php?program_id=130